Kembali di Tutorial VB .Net, sebelum saya memberikan Tutorial dibawah, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada anda pengunjung VB .Net yang telah mengikuti Polling kami tentang "Tutorial Apa yang Anda Suka?" ternyata banyak yang memilih VB .Net, oleh karena itu saya akan banyak memberikan Tutorial tentang VB .Net.
Oke, kali ini saya akan memberikan solusi cara Mengatasi The Microsoft.Jet.OLEDB.4.0 Provider is Not Registered on The Local Machine pada VB .Net.
Error diatas, biasanya ( Dari pengalaman saya) terjadi pada saat anda membuat sebuah aplikasi dengan VB .Net dengan menggunakan Database Access .MDB ( Office Access 2003) dan menggunakan komputer yang 64 bit.
Berikut contoh keterangan errornya :
Jika anda pernah mengalami masalah yang sama, dan anda masih belum bisa, berikut langkahnya :
Oke saya menggunakan VB .Net 2010
Silahkan Buka Project Anda
Pilih Compile
Silahkan Anda Scrole Mouse anda ke bagian bawah
Kemudian anda pilih "Advanced Compile Options"
Kemudian anda Cari Target CPU
Pilih x86
Keterangan :
Artinya, walaupun Komputer kita menggunakan OS 64bit, target Aplikasi yang kita bangun adalah OS 32bit. Jika anda menggunakan VB .Net dengan versi lain, caranya hampir sama, silahkan cari Target CPU.
Jika sudah, silahkan anda Klik OK
Kemudian yang terakhir, Run atau Jalankan Project VB .Net anda
Demikianlah Cara Mengatasi The Microsoft.Jet.OLEDB.4.0 Provider is Not Registered on The Local Machine Pada VB .Net, semoga bermanfaat untuk sobat JNM dimanapun anda berada.
Selasa, 24 Mei 2016
Senin, 16 Mei 2016
komputer, tutorial
Siti Maryam Fatonah
Mei 16, 2016
Kembali lagi di Tutorial Jaringan Komputer, kali ini saya akan membahas tentang Cara Mudah dan Cepat dalam menghitung IP address, Subnet Mask, ID, Broadcast, Host pada Jaringan Komputer.
Seperti yang kita ketahui sebagai seorang Network engineer kita harus tahu pembagian IP Address pada sebuah jaringan, atau jika anda ingin mendapatkan sertifikat CCNA maka soal terbanyak adalah pembagian IP Address, oleh karena itu anda harus tahu konsep dasarnya dan paling tidak anda harus menghitung cepat penghitungan IP address tersebut.
Untuk bisa menghitung IP Address yang perlu anda ketahui adalah sebagai berikut.
Silahkan anda lihat gambar diatas yang nantinya digunakan dalam menghitung IP Address.
Biasanya pertanyaannya adalah sebagai berikut :
Sebutkan Host, Network ID, Broadcast, Subnet Mask
Contoh Soal 1 :
Sebutkan Network ID, Broadcast ID, Subnet Mask dan Host ID pada IP 192.168.100.80/25
Untuk menghitung Host ID. /25 = 32 -25 = 7
2^7 = 128
Berarti Jumlah Host ID = 128 Host
128 host ini nantinya dikurangi 2, yaitu untuk Network ID dan Broadcast
Untuk Menghitung Network ID (Host Pertama)
Network ID pada 192.168.100.80 = 192.168.100.0
Untuk Menghitung Broadcast (Host Terakhir)
Broadcast pada 192.168.100.80/25 = 192.168.100.127
IP Address yang bisa digunakan
192.168.100.1 - 192.168.100.126
Untuk Menghitung Subnet Mask
Subnet Mask pada 192.168.100.80/25 = 256 - 128 = 128
Maka Subnetmasknya adalah = 255.255.255.128
Contoh Soal 2 :
Sebutkan Network ID, Broadcast ID, Subnet Mask dan Host ID pada IP 20.20.0.22/22
Untuk menghitung Host ID. /22 = 32 -22 = 10
2^10 = 1024
Berarti Jumlah Host ID = 1024 Host
1024 host ini nantinya dikurangi 2, yaitu untuk Network ID dan Broadcast
Untuk Menghitung Network ID (Host Pertama)
Network ID pada 20.20.0.22 = 20.20.0.0
Untuk Menghitung Broadcast (Host Terakhir)
1024 / 256 = 4
Broadcast pada 20.20.0.22/22 = 20.20.3.255
IP Address yang bisa digunakan
20.20.0.1 - 20.20.3.254
Untuk Menghitung Subnet Mask
Subnet Mask pada 20.20.0.22/22
2^10 adalah kelas B maka 10-8 = 2 = 2^2 = 4. 256 -4 = 252
Maka Subnetmasknya adalah = 255.255.252.0
Subnet mask yang sering digunakan biasanya adalah /24 = 255.255.255.0
Demikianlah Cara Mudah Menghitung IP Address, Subnet Mask dan Host, semoga bermanfaat untuk anda.
Seperti yang kita ketahui sebagai seorang Network engineer kita harus tahu pembagian IP Address pada sebuah jaringan, atau jika anda ingin mendapatkan sertifikat CCNA maka soal terbanyak adalah pembagian IP Address, oleh karena itu anda harus tahu konsep dasarnya dan paling tidak anda harus menghitung cepat penghitungan IP address tersebut.
Untuk bisa menghitung IP Address yang perlu anda ketahui adalah sebagai berikut.
Silahkan anda lihat gambar diatas yang nantinya digunakan dalam menghitung IP Address.
Biasanya pertanyaannya adalah sebagai berikut :
Sebutkan Host, Network ID, Broadcast, Subnet Mask
Contoh Soal 1 :
Sebutkan Network ID, Broadcast ID, Subnet Mask dan Host ID pada IP 192.168.100.80/25
Untuk menghitung Host ID. /25 = 32 -25 = 7
2^7 = 128
Berarti Jumlah Host ID = 128 Host
128 host ini nantinya dikurangi 2, yaitu untuk Network ID dan Broadcast
Untuk Menghitung Network ID (Host Pertama)
Network ID pada 192.168.100.80 = 192.168.100.0
Untuk Menghitung Broadcast (Host Terakhir)
Broadcast pada 192.168.100.80/25 = 192.168.100.127
IP Address yang bisa digunakan
192.168.100.1 - 192.168.100.126
Untuk Menghitung Subnet Mask
Subnet Mask pada 192.168.100.80/25 = 256 - 128 = 128
Maka Subnetmasknya adalah = 255.255.255.128
Contoh Soal 2 :
Sebutkan Network ID, Broadcast ID, Subnet Mask dan Host ID pada IP 20.20.0.22/22
Untuk menghitung Host ID. /22 = 32 -22 = 10
2^10 = 1024
Berarti Jumlah Host ID = 1024 Host
1024 host ini nantinya dikurangi 2, yaitu untuk Network ID dan Broadcast
Untuk Menghitung Network ID (Host Pertama)
Network ID pada 20.20.0.22 = 20.20.0.0
Untuk Menghitung Broadcast (Host Terakhir)
1024 / 256 = 4
Broadcast pada 20.20.0.22/22 = 20.20.3.255
IP Address yang bisa digunakan
20.20.0.1 - 20.20.3.254
Untuk Menghitung Subnet Mask
Subnet Mask pada 20.20.0.22/22
2^10 adalah kelas B maka 10-8 = 2 = 2^2 = 4. 256 -4 = 252
Maka Subnetmasknya adalah = 255.255.252.0
Contoh Soal 3 :
Sebutkan Network ID, Broadcast ID, Subnet Mask dan Host ID pada IP 10.10.10.10/24
Untuk menghitung Host ID. /24 = 32 -24 = 8
2^8 = 256
Berarti Jumlah Host ID = 256 Host
256 host ini nantinya dikurangi 2, yaitu untuk Network ID dan Broadcast
Untuk Menghitung Network ID (Host Pertama)
Network ID pada 10.10.10.10/24 = 10.10.10.0
Untuk Menghitung Broadcast (Host Terakhir)
Broadcast pada 10.10.10.10/24 = 10.10.10.255
IP Address yang bisa digunakan
10.10.10.1 - 10.10.10.254
Untuk Menghitung Subnet Mask
Subnet Mask pada 10.10.10/24 = 256 - 256 = 0
Maka Subnetmasknya adalah = 255.255.255.0
Sebutkan Network ID, Broadcast ID, Subnet Mask dan Host ID pada IP 10.10.10.10/24
Untuk menghitung Host ID. /24 = 32 -24 = 8
2^8 = 256
Berarti Jumlah Host ID = 256 Host
256 host ini nantinya dikurangi 2, yaitu untuk Network ID dan Broadcast
Untuk Menghitung Network ID (Host Pertama)
Network ID pada 10.10.10.10/24 = 10.10.10.0
Untuk Menghitung Broadcast (Host Terakhir)
Broadcast pada 10.10.10.10/24 = 10.10.10.255
IP Address yang bisa digunakan
10.10.10.1 - 10.10.10.254
Untuk Menghitung Subnet Mask
Subnet Mask pada 10.10.10/24 = 256 - 256 = 0
Maka Subnetmasknya adalah = 255.255.255.0
Note :
Anda perlu tahu Subnetmask Kelas IP Address
Kelas A = 255.0.0.0
Kelas B = 255.255.0.0
Kelas C = 255.255.255.0
Subnet mask yang sering digunakan biasanya adalah /24 = 255.255.255.0
Demikianlah Cara Mudah Menghitung IP Address, Subnet Mask dan Host, semoga bermanfaat untuk anda.
Selasa, 17 November 2015
komputer, tutorial
Siti Maryam Fatonah
November 17, 2015
Pada Tutorial Gratis tentang Jaringan Komputer kali ini akan dibahas mengenai Cara Mudah Membuat Jaringan DHCP. Sebelum anda mempraktikan caranya alangkah baiknya anda tahu terlebih dahulu apa itu DHCP. DHCP adalah singkatan dari Dynamic Configuration Protocol yaitu layanan yang diberikan oleh komputer server kepada komputer Client yaitu berupa layanan IP Address secara otomatis. Layanan yang memberikan IP Address tersebut dinamakan DHCP Server dan yang menerima IP Address tersebut adalah DHCP Server.
Seperti yang kita tahu, untuk memberikan IP pada sebuah komputer kita bisa menggunakan dua cara yaitu dengan Memberikan manual dan Otomatis atau DHCP. Untuk manual mungkin anda sudah paham, dibawah ini akan kami beritahukan untuk yang DHCP.
Untuk membuatnya anda bisa menggunakan Cisco Packet Tracer Student.
Silahkan buka Cisco Packet Tracer anda
Masukan 2 Komputer, Sebuah Swicth dan Router. Desinnya anda bisa lihat pada gambar diatas.
Dua komputer tersebut bisa anda setting DHCP.
Kemudian untuk membuat DHCP, anda hanya perlu untuk configurasi pada Router.
Klik Router anda
Klik CLI
Jika muncul "Continue with configuration dialog? [yes/no]:"
anda masukan no [ENTER]
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface g0/0
Router(config-if)#ip address 10.1.10.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#ip dhcp pool Guest
Router(dhcp-config)#network 10.1.10.0 255.255.255.0
Router(dhcp-config)#default-router 10.1.10.1
Router(dhcp-config)#dns-server 10.1.10.1
Router(dhcp-config)#exit
Jika sudah anda bisa mengecek pada komputer.
Anda Klik Salah satu komputer
Klik Desktop
Ip Configuration
Pilih DHCP
Jika semua kabel sudah berwarna hijau, maka setiap komputer akan mendapatkan IP seperti gambar diatas.
Komputer A akan mendapatkan IP 10.1.10.2
Komputer B akan mendapatkan IP 10.1.10.3
Jika anda manambahkan komputer lain, jika anda setting DHCP maka otomatis akan mendapatkan IP.
Demikian Tutorial Cara Mudah Membuat Jaringan DHCP, semoga bermanfaat
Seperti yang kita tahu, untuk memberikan IP pada sebuah komputer kita bisa menggunakan dua cara yaitu dengan Memberikan manual dan Otomatis atau DHCP. Untuk manual mungkin anda sudah paham, dibawah ini akan kami beritahukan untuk yang DHCP.
Untuk membuatnya anda bisa menggunakan Cisco Packet Tracer Student.
Silahkan buka Cisco Packet Tracer anda
Masukan 2 Komputer, Sebuah Swicth dan Router. Desinnya anda bisa lihat pada gambar diatas.
Dua komputer tersebut bisa anda setting DHCP.
Kemudian untuk membuat DHCP, anda hanya perlu untuk configurasi pada Router.
Klik Router anda
Klik CLI
Jika muncul "Continue with configuration dialog? [yes/no]:"
anda masukan no [ENTER]
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface g0/0
Router(config-if)#ip address 10.1.10.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#exit
Router(config)#ip dhcp pool Guest
Router(dhcp-config)#network 10.1.10.0 255.255.255.0
Router(dhcp-config)#default-router 10.1.10.1
Router(dhcp-config)#dns-server 10.1.10.1
Router(dhcp-config)#exit
Jika sudah anda bisa mengecek pada komputer.
Anda Klik Salah satu komputer
Klik Desktop
Ip Configuration
Pilih DHCP
Jika semua kabel sudah berwarna hijau, maka setiap komputer akan mendapatkan IP seperti gambar diatas.
Komputer A akan mendapatkan IP 10.1.10.2
Komputer B akan mendapatkan IP 10.1.10.3
Jika anda manambahkan komputer lain, jika anda setting DHCP maka otomatis akan mendapatkan IP.
Demikian Tutorial Cara Mudah Membuat Jaringan DHCP, semoga bermanfaat
komputer, tutorial
Siti Maryam Fatonah
November 17, 2015
Pada pembelajaran Jaringan Komputer kali ini akan dibahas mengenai Cisco Paket Tracer For Student. Apa itu Cisco Packet Tracer ? Cisco Packet Tracer adalah sebuah software yang berfungsi untuk membuat jaringan / membangun jaringan secara virtual atau biasa dikenal dengan Simulasi Jaringan Komputer. Hal ini dapat digunakan untuk belajar Jaringan dan lain sebagainya.
Sebagaimana yang kita tahu dan pengalaman kami, banyak pengguna komputer yang tidak bisa jaringan dengan alasan tidak mempunyai Hardware atau peralatannya sangat mahal sehingga tidak bisa mempraktikannya. dengan Cisco packet tracer ini diharapkan anda bisa praktik untuk membangun jaringan komputer.
Untuk menggunakan cisco packet tracer ini sangat mudah dan kabar gembiranya anda bisa mempelajarinya di web javanetmedia tercinta ini.
Silahkan anda download cisco paket tracer.
kemudian anda install cisco packet tracer tersebut.
Jika sudah anda bisa menjalankan Aplikasi tersebut.
Icon cisco paket tracer adalah seperti gambar dibawah ini :
Silahkan double Klik
Tampilan awal adalah seperti gambar dibawah ini :
Jika sudah anda bisa menambahkan perangkat Jaringan sesuai dengan kebutuhan anda. Untuk mengetahui koneksi dari setiap device anda bisa lakukan Ping di Komputer, Switch, Router dan lain sebagai.
Di JavaNetmedia ini akan kami berikan beberapa tutorial mengenai Cisco Paket Tracer, semoga bermanfaat untuk anda.
Sebagaimana yang kita tahu dan pengalaman kami, banyak pengguna komputer yang tidak bisa jaringan dengan alasan tidak mempunyai Hardware atau peralatannya sangat mahal sehingga tidak bisa mempraktikannya. dengan Cisco packet tracer ini diharapkan anda bisa praktik untuk membangun jaringan komputer.
Untuk menggunakan cisco packet tracer ini sangat mudah dan kabar gembiranya anda bisa mempelajarinya di web javanetmedia tercinta ini.
Silahkan anda download cisco paket tracer.
kemudian anda install cisco packet tracer tersebut.
Jika sudah anda bisa menjalankan Aplikasi tersebut.
Icon cisco paket tracer adalah seperti gambar dibawah ini :
Silahkan double Klik
Tampilan awal adalah seperti gambar dibawah ini :
Jika sudah anda bisa menambahkan perangkat Jaringan sesuai dengan kebutuhan anda. Untuk mengetahui koneksi dari setiap device anda bisa lakukan Ping di Komputer, Switch, Router dan lain sebagai.
Di JavaNetmedia ini akan kami berikan beberapa tutorial mengenai Cisco Paket Tracer, semoga bermanfaat untuk anda.
Minggu, 08 November 2015
komputer, tutorial
Siti Maryam Fatonah
November 08, 2015
Pada Tutorial Jaringan Komputer kali ini akan kita bahas mengenai Telnet. Bagi anda yang ingin configure sebuah jaringan alagkah baiknya anda mengetahui apa Itu Telnet???
Telnet adalah singkatan dari Telecommunications Network Protocol, merupakan remote login yang terjadi pada jaringan internet disebabkan karena adanya service dari protocol Telnet. Dengan adanya Telnet dapat memungkinkan pengguna dapat mengakses komputer lain secara remote melalui jaringan komputer.
Telnet digunakan untuk melakukan login ke komputer lain yang ada di jaringan internet dan dapat melakukan akses pada pelayanan umum, termasuk pada berbagai macam database. Penggunanya dapat duduk saja di depan komputer yang terhubung ke jaringan internet. Dengan kata lain dapat terkoneksi ke komputer lain dalam satu gedung, satu ruangan atau bahkan pada komputer di seluruh penjuru dunia. Setelah terhubung atau terkoneksi, input yang diberikan pada keyboard dapat secara langsung mengontrol ke remote komputer tadi, dapat diakses pelayanan apa saja yang telah disediakan oleh remote machine dan hasilnya akan ditampilkan pada terminal lokal. Dengan menggunakan Telnet, pengguna dapat mengakses berbagai layanan misalnya seperti melihat katalog perpustakaan dan masih banyak lagi layanan yang lainnya.
Jika anda sebagai Netwirk Engineer, Telnet sering digunakan untuk mengkonfigur Swicth maupun Router jarak jauh, sehingga anda tidak perlu datang langsung keperangkat, melainkan dengan Remote. Biasanya banyak yang menggunakan Aplikasi Putty untuk mengkonfigure dengan Telnet.
Pada penggunaannya Telnet memakai 2 (dua) program yaitu pada client dan server. Program pada client digunakan untuk meminta layanan pada server, sedangkan program yang terdapat pada server akan memberikan layanan yang diminta oleh client.
Fungsi utama Telnet (Telecommunications network protocol)
Singkatnya fungsi utama pada Telnet adalah untuk dapat mengakses komputer dari jarak jauh. Karena Telnet dapat memungkinkan komputer penggunanya menjadi terminal dari komputer yang lain di jaringan internet. Dan Telnet memungkinkan penggunanya dapat melakukan login sebagai pemakai komputer jarak jauh dan menjalankan program komputer layanan yang terdapat pada komputer tersebut. Itulah fungsi utama dari Telnet.
Kelebihan dan kekurangan menggunakan Telnet (Telecommunications network protocol)
1. Kelebihan Telnet
Adapun kelebihan jika menggunakan telnet server adalah user interface yang cukup ramah, maksudnya pengguna dapat memberikan perintah dari jarak jauh (remote) jadi seolah-olah penggunanya mengeksekusi perintah pada command line pada komputer.
2. Kekurangan Telnet
Dimana ada kelebihan selalu ada kekurangan, adapun kekurangan dari Telnet yaitu pengguna NTLM authentication tanpa adanya enkripsi sehingga dapat memudahkan pencurian password yang dilakukan oleh sniffers, jika kita administrator sistem maka disarankan untuk menggunakan SSH pada Linux daripada Telnet Server untuk mengkonfigurasikan sistem kita.
Demikian pengertian Telnet dan jika terdapat kesalahan pada pebahasan ini mohon untuk diperbaiki oleh kamu sendiri. Kalau memang tulisan atau pembahasan ini memiliki manfaat apa salahnya untuk menyebarkan atau men-sharenya ke sahabat-sahabat yang lainnya…
Telnet adalah singkatan dari Telecommunications Network Protocol, merupakan remote login yang terjadi pada jaringan internet disebabkan karena adanya service dari protocol Telnet. Dengan adanya Telnet dapat memungkinkan pengguna dapat mengakses komputer lain secara remote melalui jaringan komputer.
Telnet digunakan untuk melakukan login ke komputer lain yang ada di jaringan internet dan dapat melakukan akses pada pelayanan umum, termasuk pada berbagai macam database. Penggunanya dapat duduk saja di depan komputer yang terhubung ke jaringan internet. Dengan kata lain dapat terkoneksi ke komputer lain dalam satu gedung, satu ruangan atau bahkan pada komputer di seluruh penjuru dunia. Setelah terhubung atau terkoneksi, input yang diberikan pada keyboard dapat secara langsung mengontrol ke remote komputer tadi, dapat diakses pelayanan apa saja yang telah disediakan oleh remote machine dan hasilnya akan ditampilkan pada terminal lokal. Dengan menggunakan Telnet, pengguna dapat mengakses berbagai layanan misalnya seperti melihat katalog perpustakaan dan masih banyak lagi layanan yang lainnya.
Jika anda sebagai Netwirk Engineer, Telnet sering digunakan untuk mengkonfigur Swicth maupun Router jarak jauh, sehingga anda tidak perlu datang langsung keperangkat, melainkan dengan Remote. Biasanya banyak yang menggunakan Aplikasi Putty untuk mengkonfigure dengan Telnet.
Pada penggunaannya Telnet memakai 2 (dua) program yaitu pada client dan server. Program pada client digunakan untuk meminta layanan pada server, sedangkan program yang terdapat pada server akan memberikan layanan yang diminta oleh client.
Fungsi utama Telnet (Telecommunications network protocol)
Singkatnya fungsi utama pada Telnet adalah untuk dapat mengakses komputer dari jarak jauh. Karena Telnet dapat memungkinkan komputer penggunanya menjadi terminal dari komputer yang lain di jaringan internet. Dan Telnet memungkinkan penggunanya dapat melakukan login sebagai pemakai komputer jarak jauh dan menjalankan program komputer layanan yang terdapat pada komputer tersebut. Itulah fungsi utama dari Telnet.
Kelebihan dan kekurangan menggunakan Telnet (Telecommunications network protocol)
1. Kelebihan Telnet
Adapun kelebihan jika menggunakan telnet server adalah user interface yang cukup ramah, maksudnya pengguna dapat memberikan perintah dari jarak jauh (remote) jadi seolah-olah penggunanya mengeksekusi perintah pada command line pada komputer.
2. Kekurangan Telnet
Dimana ada kelebihan selalu ada kekurangan, adapun kekurangan dari Telnet yaitu pengguna NTLM authentication tanpa adanya enkripsi sehingga dapat memudahkan pencurian password yang dilakukan oleh sniffers, jika kita administrator sistem maka disarankan untuk menggunakan SSH pada Linux daripada Telnet Server untuk mengkonfigurasikan sistem kita.
Demikian pengertian Telnet dan jika terdapat kesalahan pada pebahasan ini mohon untuk diperbaiki oleh kamu sendiri. Kalau memang tulisan atau pembahasan ini memiliki manfaat apa salahnya untuk menyebarkan atau men-sharenya ke sahabat-sahabat yang lainnya…
Sabtu, 07 November 2015
pemrograman, tutorial
Siti Maryam Fatonah
November 07, 2015
Jangan lupa membaca artikel sebelumnya, yaitu > Panduan Pemrograman Pemula.
Pada Tutorial Database kali ini akan dibahas mengenai Cara Membuat Database Access .mdb. Seperti yang kita tahu bahwa Microsoft Office Access mempunyai extension .accdb dan .mdb. Bagi anda seorang programmer pemula anda harus tahu tentang database access .mdb. Karena versi database ini masih sering digunakan oleh programmer di karenakan koneksi yang mudah dan banyak dipakai di perusahaan-perusahaan diindonesia
Berikut langkahnya :
Buka komputeranda
Klik Start - Cari Microsoft Office Access 2007 ( anda bisa gunakan di versi diatasnya)
Jika sudah maka akan muncul gambar dibawah ini:
Klik Blank Database
Jika sudah ketika akan di save pilih folder yang akan disimpan dimana
dan jangan lupa anda save as type, pilih menggunakan format .mdb
Silahkan KLIK DISINI untuk melihat Video Tutorial diatas agar anda lebih jelas :)
Demikian cara membuat Database access dengan format .mdb semoga bermanfaat untuk sobat JNM..
Selain sebagai media informasi pemrograman, kami juga berbagi artikel terkait tips trik Android.
Pada Tutorial Database kali ini akan dibahas mengenai Cara Membuat Database Access .mdb. Seperti yang kita tahu bahwa Microsoft Office Access mempunyai extension .accdb dan .mdb. Bagi anda seorang programmer pemula anda harus tahu tentang database access .mdb. Karena versi database ini masih sering digunakan oleh programmer di karenakan koneksi yang mudah dan banyak dipakai di perusahaan-perusahaan diindonesia
Berikut langkahnya :
Buka komputeranda
Klik Start - Cari Microsoft Office Access 2007 ( anda bisa gunakan di versi diatasnya)
Jika sudah maka akan muncul gambar dibawah ini:
Klik Blank Database
Jika sudah ketika akan di save pilih folder yang akan disimpan dimana
dan jangan lupa anda save as type, pilih menggunakan format .mdb
Silahkan KLIK DISINI untuk melihat Video Tutorial diatas agar anda lebih jelas :)
Demikian cara membuat Database access dengan format .mdb semoga bermanfaat untuk sobat JNM..
Selain sebagai media informasi pemrograman, kami juga berbagi artikel terkait tips trik Android.
Langganan:
Postingan (Atom)




